Detective Melinia - 1


Pagi ini aku bersiap untuk melakukan penyelidikanku yang pertama. Aku memakai kemeja biru serta blazer hitam dan celana bahan panjang sebagai bawahan. Rambut panjangku kuikat hingga nampaklah leherku yang jenjang.
Aku sebenarnya gugup sekali dengan kasus pertamaku ini.


Bagaimana tidak, kasus pertamaku ini menyelidiki kasus pembunuhan yang sudah terjadi bertahun tahun yang lalu. Dan hari ini aku harus bertemu dengan para saksi yang berkaitan erat dengan kasusu tersebut. Sebagai saksi yang pertama kudatangi, aku memilih Selly.


*******

Aku langsung mengendarai mobilku ke arah rumah Selly. Rumahnya berada di pinggiran kota jadi lumayan lama aku menyetir ke rumahnya. Selama perjalanan, aku menikmati pemandangan yang disekeliling perjalananku ini. Indah sekali, pepohonan berjejeran rapi serta pemandangan gunung yang diselimuti awan.


Huh,, akhirnya sampai juga. Ya ampun rumahnya memang agak menyeramkan, tapi karna berada di tempat yang sekelilingnya indah. Suasana seramnya jadi hilang. Aku memarkirkan mobilku di depan halaman rumahnya. Lalu aku berjalan ke arah rumahnya.


Tok Tok Tok


Aku mengetuk pintu rumahnya.


Tok Tok Tok


"Selamat siang" ucapku.


Belum ada jawaban.


Tok Tok Tok


"Iya tunggu.." jawab seseorang. Akhirnya ada yang menjawab.



Cekrekkk....


Suara deryitan pintunya membuatku sedikit terkejut. Lalu aku melihat seseorang yang tepat berada dihadapanku. Orang itu ternyata seorang wanita, kemungkinan umurnya sudah kepala lima.


"Selamat Siang Bu" ucapku sambil tersenyum.


"Siang, maaf Anda siapa?" tanya orang tersebut.


"Saya detektif Melinia, saya disini ingin berbicara dengan Nona Selly. Apakah Nona Sellynya ada Bu?" tanyaku.


"..Ya, ada. Ada keperluan apa Anda dengan Selly?" Ya ampun Ibu ini malah bertanya balik padaku.


"Saya ingin berbicara dengan Selly mengenai kasus pembunuhan 5 tahun lalu Bu."


Seketika wajah ibu itu pucat. Terlihat dia menelan ludah ketika aku menjelaskan perihal kedatanganku.


"Tunggu sebentar."


"Iya Bu."


Brakkk...


Pintu itu ditutup keras oleh Ibu itu, aku tidak tau kenapa. Lalu aku mendengar suara keributan dari dalam rumah.

Related Posts:

2 Responses to "Detective Melinia - 1"